"Forgiveness is the final of love..." - Reinhold Niebuhr.
Lewat pagi jumat yang lalu,aku membuat keputusan untuk mendapatkan rawatan di sebuah klinik.Masih belum punya kesempatan untuk tidur dari semalaman.Muka agak pucat,mungkin aku sengaja mau tunjukkan yang aku benar-benar perlukan rawatan dan lebih meyakinkan kepada dokter untuk memberikan aku cuti rehat.Paling koman pun mungkin seharian itu.Dasar parasso!
Nah,kebetulan yang memeriksa dan menulis laporan perubatan aku adalah seorang misi..Seperti biasa semua hal ditanya soal yang berhubung apa sakit kita dan selepas membuat catitan,misi itu melakukan pemeriksaan tekanan darah.Misi itu agak terkejut melihat angka digital pada alat tersebut..(yach,aku tidak tahu menyebut namanya apa).
"Sebelum ni tidak ada setinggi ini bukan..tekanan darah kamu agak tinggi encik......?"
"Itu mungkin kerna saja kamu penyebabnya....".Dan aku terus saja tinggalkan dia dengan muka yang terpinga-pinga."Beli saja di farmasi ubatnya...lebih senang".
Kenapa aku melakukan sedemikian saat aku perlukan rawatan.?Kerna misi itu adalah perempuan yang pernah aku kenali,pernah berada dalam pelukan aku,pernah aku cumbui,pernah aku cintai, tapi dia merendahkan cintaku dan membuatkan aku sakit sepanjang musim.Selepas setahun,aku tidak menyangka aku menemuinya di sini...Cukuplah aku kembali berhadapan dengannya meski cuma seketika.Itu kemaafan?bukan toh...
Genuine forgiveness does not deny anger but faces it head-on.Maaf Alice Duer Miller.

No comments:
Post a Comment